fbpx

Mengenal Berbagai Jenis Motif Batik Parang – 085702437557

24 January 2019 - Kategori Blog

Motif batik parang adalah salah satu motif batik yang tertua di indonesia. Secara umum motif Parang identik dengan beralur miring 45 derajat, bentuk dan corak terus menyambung tanpa putus dan perpaduan warna yang tegas.  Selain itu, motif batik parang juga menggambarkan pandangan manusia terhadap lingkungan sekitarnya, seperti gunung, laut, persawahan, dan bintang-bintang. Dipercaya bahwa motif batik parang ini dibuat berdasarkan perilaku dari si pencipta.

Motif parang yang tidak terputus ini melambangkan kesinambungan atau semangat yang tidak pernah surut. Dulunya, batik motif parang digunakan oleh para prajurit yang akan berperang dengan harapan kembali bersama kemenangan. Oleh karena itu, motif parang identik sebagai lambang semangat. Selain itu batik parang ini memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga. Zaman dahulu batik bercorak parang biasanya hanya diperuntukkan para kasta dan penguasa.

 

Adapun jenis-jenis batik parang dibawah ini, yaitu:

  1. Parang Rusak. Motif ini merupakan motif batik yang diciptakan Penembahan Senopati saat bertapa di Pantai Selatan. Motif batik ini terinspirasi dari ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang pantai. Motif ini melambangkan manusia yang internal melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka sehingga mereka bijaksana, watak mulia karakter yang akan menang.
  2. Parang Barong. Motif ini merupakan motif yang mempunyai ukuran yang lebih besar dari parang rusak, yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Motif ini memiliki makna pengendalian diri dalam dinamika usaha yang terus-menerus, kebijaksanaan dalam gerak, dan kehati-hatian dalam bertindak.
  3. Parang Klitik. Motif ini merupakan pola parang dengan stilasi yang halus. ukurannya pun lebih kecil dan juga menggambarkan citra feminim, Motif ini melambangkan kelemah-lembutan, perilaku halus dan bijaksana. Biasanya digunakan oleh para puteri raja.
  4. Parang Slobog. Motif ini melambangkan keteguhan, ketelitian dan kesabaran, dan biasanya digunakan dalam upacara pelantikan. Motif ini mempunyai makna harapan agar pemimpin yang dilantik dapat mengemban dan menjalankan tugasnya dengan amanah disertai kebijaksanaan dalam diri.
  5. Parang rusak barong, diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma ketika bertapa di sepanjang jajaran pegunungan pesisir selatan Pulau Jawa yang tampak seperti pereng (tebing) berbaris, tempat itu dinamai ‘Parang’. Di salah satu tempat tersebut ada bagian yang rusak, sehingga diberi nama ‘Parang Rusak’. Kata ‘Barong’ berarti sesuatu yang besar sebagai roh pelindung dan lambang kebaikan. Motif parang rusak barong ini merupakan induk dari semua motif parang. Raja ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta sehingga harus selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri. Kata ‘parang’ juga berarti senjata, melambangkan kekuatan dan kekuasaan sehingga motif ini disakralkan hanya boleh dikenakan oleh raja.

 

Tertarik untuk membeli salah satu motif motif batik tersebut?

Segera hubungi CS kami di 085702437557 (WA/SMS/Telp)
Kami siap membantu dengan sepenuh hati.

Chat dengan Kami